Senin, 15 Januari 2018

Melewati Do'a

Menatap matahari di ufuk senja
Terlihat indah sebagai karunia Sang Pencipta
Tak bisa dihindari oleh siapa pun yang memiliki jiwa

Kegundahan sering datang dan pergi
Menyisir halaman dalam perasaan mengalir
Seperti alunan musik yang bergema di pementasan

Aku saja yang terlibat di sini?
Ya, mereka enggan mengerti
Pemikiran yang tak pernah benar-benar sama
Ya, kita semua memanglah berbeda
hanya saja sama tentang ambisi dan jiwa
Ya, itu kebenaran yang ada

Berdiam diri, sujud dalam ketenangan hati
mengisi ruang yang benar-benar masih sepi
Bukan kosong, hanya saja belum terisi

Dalam do'a yang hendak diucapkan dengan lirih
Banyak pesan dan titipan untuk Dia
Sungguh benar-benar menggugah perasaan

Terkabul adalah harapan untuk do'a yang senantiasa dipanjatkan
Ya, sampai ku terbangun dalam terbit sang fajar di ufuk timur
Banyak kebahagian yang tersimpan rapat

Kamis, 07 Desember 2017

Sementara

Sementara hanya sebutan untuk hal yang abu
Seperti memaki alam di keheningan pikiran
Penuh bualan atau hanya rasa penasaran
Kadang berfikir tanpa benar-benar memikirkannya

Mengusik lamunan dengan hal baru
Tentang perasan yang mengganggu
Bukan sebuah ancaman yang terlahir dalam benak-benak semu
Hanya saja tak pernah terfikir untuk berhenti . . . sejenak

Memanjat dinding, berteriak sesuka hati
Apakah untuk mudah mengingat atau melupakan
Sejati hanyalah sementara untuk si fana
Kembali, dan kembai lagi mengusiknya

Tak pernah ingin merasa diam
Berfikir tak marah saat benar-benar kembali menemukan puing-puing memori dalam gambar
Hanya saja tak mampu benar-benar mewujudkannya
Tak ingin dalam segan

Melabeli diri dengan plin-plan
Bukan karena tak mampu berpindah
Sesuatu yang terlihat tidak mudah
Semoga . . . itu hanya sementara

Berlabuh dan tak ingin kembali berenang
Basahi badan hanya dengan keringat dan terik
Pada akhirnya tak bisa kembali pulang dan melanjutkan
Sementara hanya untuk menghela nafas ringan . . . sejenak

Rabu, 15 November 2017

LOYALITAS (?)

Hubungan yang sebenarnya mampu mengalahkan segalanya
Hubungan yang terjalin penuh senda gurau, berkompetisi, dan rasa menghargai
Tidak hanya sebatas kasih sayang seperti kaum muda yang mendefinisikan
Nilai-nilai yang tidak dijumpai dalam kehidupan yang sederhana
Kehidupan tanpa hal yang rumit

Apa yang selalu ditunjukkan dengan rela melakukan kebenaran yang berujung pada muara kebaikan
Menghargai prinsip dasar hidup masing-masing
Tak mungkin lelah dan takkan pernah lelah untuk senantiasa mengingatkan
Karena sesungguhnya pintu yang dinantikan tak terlihat saat ini
Hanya sebatas bayangan dalam benak manusia fana

Tanpa lelah memperhitungkan seberapa banyak waktu
Waktu yang telah dihabiskan untuk menunggu dan menjunjung tinggi martabat bersama
Seperti semuanya tak tersadarkan betapa heroiknya keinginan untuk memujudkan sesuatu

Waktu yang bergulir mungkin dapat merubah beberapa hal tatanan dan karib sekitar
Hanya sedikit yang senantiasa berada dengan haknya
Karena sesungguhnya waktu seperti sedang melakukan seleksi tanpa kita sadari
Pada akhirnya hanya sebuah minoritas, namun tak dapat terelakkan
Bahwa yang terjadi menjadi minoritas penuh kualitas

Salam untuk sang fajar yang senantiasa membantu membuat mata kita terbuka
Salam kepada gurun yang memilih berada ditempat yang tak banyak melihat ke arahnya
Salam kepada karib yang masih menggenggam harapan untuk diwujudkan

Selasa, 24 Oktober 2017

Bukan Mendewakan

Terlalu inginkan memuji, sumpah memalukan
Kepingan pikiran dengan arti seakan menerangi
Cerdik berkata dalam damai
Seolah pertanda bahwa semuanya berlebihan

Hendak berjalan beriringan tanpa arah tujuan
Terlalu inginkan memuji, seperti dawai yang terurai tanpa gitar
Apa yang ingin ku dengarkan? jelas takkan ada harmoni nada-nada indah

Selalu saja menjadi penantang perbedaan
Mungkin itu yang terfikir oleh naluri hati
Terlalu inginkan memuji, insting yang berkata dalam ramai
Jelas selalu menguatkan
Aku yang benar melupakan hilaf, melupakan mau mu dan mau mereka

Aku merasa buta, tidak melihat setitik cahaya yang menghibur dalam relung beku ini
Hampir saja melupakan kebenaran
Menunggu gadis itu menopang kembali hati yang luka
Terlalu inginkan memuji, sampai hampa kini yang mulai berseri

Sabtu, 08 Juli 2017

Bukan Saat Ini

Pernah ku melihat matahari secara terbuka
Aaah ternyata memang menyilaukan
Oh begitu

Pernah ku menatap bulan tak seperti ku menatapnya (matahari-Nya)
Hmm, memang tak bisa
Tak bisa benar-benar menyerupainya

Seperti tetesan air di dedaunan akibat hujan malam ini
Menetes dan membaur bersama air kolam
Ikan mas berenang melupakan godaan air hujan turun

Bukan saat ini saja merasakan hal yang benar-benar berbeda
Ini selalu berulang-ulang layaknya hari yang datang tanpa mesti dinanti
Apa yang ku lihat dalam matahari tak benar-benar terdefinisikan
Apa yang ku tatap dalam bulan seperti hanya dalam buaian

Ketika ku berlari menunggu matahari terbenam
Keringat terasa mengalir tak seperti biasanya
Sama seperti sebelumnya, setelahnya semua teringat kembali
Bahkan hampir terlupakan menatap bulan yang dinantikan malam ini
Bukan tentang indah surga atau wangi semerbak mawar
Malam ini, bukan saat yang tepat menantikan sinar surya
Hanya perlu bersyukur dan berdo'a esok kan hadir kembali
Dan...
Dan jelas bukan saat ini

8 Juli 2017
23.26

Selasa, 11 Oktober 2016

Ada Apa dengan Bintang ini?

15-10-2013

Ada apa dengan bintang ini? 
Apa hanya karena kabut malam yg tebal menjadikannya meredup? 
Apa gerangan yang membuatnya tampak hilang malam ini 
Seolah malam ini kurang begitu sempurna 

Ku titipkan do'a kepada hati dan ucapan untuk disampaikan kepada Tuhan 
Bahwa sungguh aneh malam yang meredup 
Setelah siang ditempa panas dan kegersangan 
Seolah dahaga tak bisa dikalahkan

Ingin rasanya berteriak, " tolong kembalikan cuaca ini seperti dahulu!"
Saat tumbuhan masih bersahabat dan memberikan kesegaran disetiap hembusan nafas ini
Memberi kesuburan dan kesejahteraan di tanah ibu pertiwi
Semuanya terasa indah dan nyaman
Sungguh indah dan nyaman

Satu masa mungkin akan terulang kembali, masa yang indah seperti saat dulu alam masih bersahabat
Tentunya kepada hati dan nurani
Meskipun alam pikiran sama sekali enggan mensyukri semua nikmat itu
Sama halnya yang terjadi seperti sekarang ini
Seolah bintangpun melakukan hal yang sama
Mulai memberi keredupan dan enggan menerangi malam ini
Menerangi malam untuk serlalu bersua dengan hati tenangku
Hati kecilku, sanubariku...

Apa yang terjadi mungkin takkan terulang kembali
Satu sisi dalam sudut kontradiksi keinginan dan kenyataan
Masalah yang berbicara

Mari serahkan semuanya kepada tangan-tangan yang memiliki jiwa suci
Sama seperti dulu
Dan berharap itupun menghinggapiku
Tuhanku, aku memohon ampunan atas setiap nista dosa

Kembalikanku seperti semula
Amiiiiin

Muhasabah : "Sesuatu yang Terlupa Akibat Kesedihan"


18 Juli 2014 

Tangan ini mungkin sudah lupa membuat "catatan" di sini 
Ah, tapi apalah arti sebuah usang ini jika tetap saja dibiarkan seperti ini 
Sulit rasanya memulai, tapi keinginan hati sangat kuat untuk memulainya 
Hanya saja terbaik dimulai dari mana, akan ku coba memulainya 
Sang pemulai 

Derita hati karena kepergian memang sangat menyesakkan
Terlebih jika itu adalah kesempatan terakhir yang amatlah penting
Semuanya hanya membuat gusar dan kekhawatiran hadir

Saat Tuhan memberiku dua pilihan yang sangat sulit
Berharap salah satu dari pilihan itu dapat terkabul
Mungkin bisa merubah hari ini
Kedua pilihan yang diberikan Tuhan sangatlah sulit untuk dijawab
Namun pada akhirnya satu pilihan sudah ditetapkan untuk diperjuangkan
Mungkin 'iya' berhasil, tapi saat itu juga aku kehilangan separuh dari nyawa itu
Pada akhirnya Tuhan punya rencana lain, Dia Yang Maha Menguasai lebih memilih untuk tidak mengabulkan kedua pilihan tersebut
Mungkin sejak saat itu hamba didekatkan dengan sesuatu yang kan menjauhkan antara hamba dengan Sang Pencipta

Kesedihan pun mulai tampak, sekalipun diiringi rasa syukur atas nikmat ini
Apa yang dimaksudkan sebagai "Nafs Al-Mutmainnah" tidaklah benar nyata dalam diri ini
Sesuatu yang menggelantungi pikiran dan jauh dari ketentraman
Dengan jalanMu (lagi), mencoba untuk bermuhasabah kembali untuk mendapatkan kemustajaban do'a dan keinginan
Dan tanpa daya upaya setiap niat perubahan tanpa perjuangan yang haq
Sesungguhnya apa yang telah dilupakan akan menjadi sebuah ingatan dan kemudian akan memberikanmu jalan ke dalam dua pilihan
Kelak hasilnya kan diketahui di masa depan

Masam

Banyak hal terucap meski masih banyak tanya Ibarat kata bermakna yang kosong Terjadi banyak persinggahan dalam berfikir Berucap menjadi kelu...